Pramuka Mempersiapkan Kader Pemimpin Bangsa

Kader pemimpin bangsa adalah generasi muda yang merupakan tenaga inti yang bakal meneruskan kepemimpinan perjuangan bangsa, memiliki kemampuan, ketrampilan, pengalaman, mempunyai sifat kepemimpinan. Gerakan Pramuka sebagai gerakan pendidikan non formal tapi pendidikan kepramukaan yang memproses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia. Metode yang dipergunakan sangat simple, dengan biaya murah. Kegiatannya sederhana, tidak mengada-ada, menyenangkan dalam bentuk permainan. Penyelenggaraan pertemuan dan kegiatan telah teruji yaitu seperti : Pesta Siaga, Jambore, Raimuna, dilaksanakan secara rutin terjadwal dan berjenjang. Demikian juga Lomba Tingkat (LT), Perkemahan Wirakarya (PW), makin menyenangkan, bermutu.Materi kegiatan itu bersumber dari nilai pendidikan kepramukaan, yang komprehensif dan dikembangkan serta dimutahirkan seirama dengan tuntutan zaman.

Mempersiapkan Kader Pemimpin Bangsa

Kepramukaan mempersiapkan Kader Pemimpin Bangsa yang materinya bersumber dari nilai Kepramukaan yang mencakup :

  1. Pengamalan kode kehormatan Pramuka, berupa janji dan ketentuan moral, yang dirumuskan dalam Dwi Satya dan Dwi Dharma bagi Pramuka Siaga, Tri Satya dan Dasa Dharma bagi Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega.
  2. Kegiatan belajar sambil melakukan,bukan hanya diajarkan teori tetapi juga praktik.
  3. Kegiatan yang berkelompok bekerja sama, dan berkompetisi. Maksudnya adalah dari jumlah anggota 5-8 orang dikelompokkan menjadi satu kelompok dengan pembagian tugas masing-masing. Sehingga mereka antar individu dan antar kelompok dapat berproses belajar dan mengajar saling berkompetisi
  4. Kegiatan yang menantang, dan menarik serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda. Melatih survival, tahan hidup, mengatasi tantangan, dan segala hambatan.
  5. Kegiatan di alam luar, yang dapat membuka cakrawala dan wawasan hidup melalui alam. Alam sebagai narasumber disana kita dapat belajar mendapatkan ilmu dan pengalaman dari alam bebas luas ciptaan Tuhan.
  6. Kehadiran orang dewasa yang memberikan dorongan dan dukungan, dengan menggunakan sistem among ing ngarso sungtulodo, ing madyo mangunkarso, tut wuri handayani
  7. Penghargaan tanda kecakapan, sebagaimana yang diatur dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG) sehingga mereka anak didik menjadi Pramuka teladan.
  8. Satuan terpisah antara putra dan putri, sesuai kodrat dan irodat putra dan putri berebda maka harus dipisah dalam melakukan kegiatan.

Dalam Gerakan Pramuka semua kegiatan mengarah untuk mencetak peserta didik menjadi pemimpin. Mereka kita didik menjadi pemimpin melalui pemimpin barung (Siaga), Pemimpin Regu (Penggalang), Pemimpin Sangga (Penegak), Pemimpin Reka (Pandega), diatas pemimpin itu masih ada pemimpin Barung utama, Pratama, Pradana yang memimpin pasukan lebih besar lagi. Para pemimpin itu memimpin dan mengatur setiap kegiatan dan jabatan itu digilir setiap saat. Sehingga seluruh anggota akan merasakan jadi pemimpin dan jadi anggota yang dipimpin. Manakala mereka telah dewasa maka mereka menjadi pemimpin masyarakat, pemimpin bangsa dan pemimpin Negara yang cakap, terampil, jujur, berakhlak mulia, memiliki jiwa Trisatya dan Dasadarma Pramuka.Mereka sebagai kader dan tokoh yang handal, jauh dari perbuatan tercela.

Perkemahan Sebagai Alat PendidikanMembentuk Kader

Ada perkemahan yang hanya dilaksanakan satu hari disebut Persari dengan tidak bermalam, perkemahan ini untuk Pramuka siaga dengan metode rekreasi. Ada perkemahan Sabtu Minggu (Persami) ada juga perekamahan Jum’at Sabtu Minggu (Perjusami). Sedangkan perkemahan besar dilaksanakan dalam kegiatan Jambore, Perkemahan Bhakti, Perkemahan Wirakarya, Raimuna, Perkemahan Pramuka Peduli dalam membantu bencana alam dan sebagainya. Kegiatan pramuka bukan hanya permainan tetapi mengandung pelajaran atau pengetahuan seperti misalnya : melacak jejak, pioneering, semapor, penggunaan dan permainan kompas, api unggun, masak memasak, baris berbaris, upacara dan sebagainya.

Proses kaderisasi

Proses kaderisasi dalam Gerakan Pramuka dimulai sejak sedini mungkin yaitu dari anak usia 7 tahun sampai dengan usia 25 tahun. Mereka dibagi dalam kelompok golongan : golongan siaga (usia 7-10 tahun),golongan penggalang (usia 11-15 tahun), golongan penegak (16-20 tahun), golongan pandega (usia 21-25 tahun). Mereka berseragam Pramuka lengkap dengan atributnya, dilengkapi tanda-tanda kecakapan sebagai hasil prestasi yang mereka raih.Dari pakaian, atribut dan tanda-tanda diterapkan dalam Pramuka adalah mempunyai nilai kebanggaan, motivasi, serta filosofi. Kesemuanya itu bersumber dari nilai pendidikan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka,  “ membentuk setiap Pramuka memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotic, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai Kader Bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.”

Penerapan tanda sistem kecakapan bagi peserta didik manakala mereka telah mencapai syarat prestasi dalam temu giat Pramuka. Tanda kecapakan tersebut disematkan oleh Pembina Pramuka dalam suatu Upacara pelantikan yang disaksikan oleh teman-temannya, para undangan dan orang tua peserta didik itu sendiri.“Tanda kecakapan adalah bukti yang diberikan kepada Pramuka yang telah menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan serta telah memiliki keterampilan tertentu.”

Atas Prestasi itu maka Pramuka mendapatkan tingkatan prestasi sesuai golongannya yaitu :

  1. Siaga Mula, Siaga Bantu, Siaga Tata, Siaga Garuda
  2. Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap, dan Penggalang Garuda
  3. Penegak Bantara, Penegak Laksana, Penegak Garuda
  4. Pandega Reka, Pandega Garuda

Disini kita Dapat lihat bahwa puncak prestasi Pramuka adalah Pramuka Garuda yang implementasinya dapat tercermin dalam sikap perilaku sehari-hari sebagai Pramuka teladan.

Organisasi pendukung dalam Gerakan Pramuka sebagai wahana proses kaderisasi yaitu, Satuan Karya (Saka), adalah merupakan kegiatan untuk menyalurkan bakat dan minat bagi Pramuka Penegak dan Pandega. Ada pula perangkat organisasi sebagai yang disebut Dewan Kerja (Nasional, Daerah, Cabang, Ranting).Organisasi ini memberikan keleluasaan kepada Pramuka Penegak dan Pandega untuk melaksanakan kegiatan dari oleh untuk mereka dengan tetap koordinasi dengan Kwartirnya.

Write a Comment